Kalau kita lagi ada di Bandara Internasional Kuala Lumpur, jangan pernah berani coba - coba parkir di spot ini hanya karena kita ngerasa kurang upaya atau malas.
Friday, April 4, 2008
Kurang Upaya.
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
6:49 AM
0
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Tuesday, April 1, 2008
Teknologi Tepat Guna.
Gak ngerti apa arti sebenarnya dari judul itu. Buat gue, kalau mau disebut teknologi ya memang harus tepat dan harus ada gunanya.
Maksud gue, dibandingkan Petronas Twin Tower yang prestisius itu, terowongan ini emang tepat dan berguna. Kalau perkara efektif, gue gak tau deh, coba tanya sama warga KL aja. Ada dua kegunaan terowongan ini. Paling utama adalah sebagai got raksasa, ooops bukan got lah nanti mereka tersinggung pulak, tapi saluran pengendali banjir. Fungsi kedua dari terowongan ini adalah sebagai jalan alternatif untuk keluar masuk area KL. Ini sesuai dengan kepanjangan dari SMART, Stormwater Management and Road Tunnel.
Aih kalau cuma soal singkatan mah masih menang kita lah. Kita punya banyak singkatan. Mulai dari TK sampai DPR. Mulai dari BARESKRIM, JAMPIDSUS sampai dengan NAPI. Pokoke akeh (banyak) lah.
Dari sisi prestasi pun cukup bisa dibanggakan. Terowongan ini punya panjang 9,7 km untuk water tunnel-nya. Sedangkan panjang motorway-nya, yang double decker itu, 3 km menurut situs ini dan 4 km menurut wikipedia. Jadi bukan 7 km ya mba dosen. Ngomong - ngomong, itu blog diapdet dong. Gak usah nunggu (bakal) piknik ke Belanda atau Italia-nya, ke Genting sama Alin weekend kemarin pun bole lah makcik
Nah dengan panjang sekian kilometer itu, mereka sudah jadi terowongan multi fungsi terpanjang se Asia Tenggara. Berguna dan bisa dibanggakan. Bagus bukan?
Misalnya bikin helm-barber. Jadi selama dipakai dalam perjalanan, selain melindungi kepala, para bikers itu bisa sekalian merapikan rambut karena helm mereka ada teknologi potong rambutnya. Atau mungkin menyempurnakan klakson, kalau yang ini perlu dukungan DPR. Jadi nantinya klakson itu gak cuma berbunyi tapi juga bisa sekaligus ngegampar. Makanya perlu dukungan anggota DPR, supaya bisa dibuat UU yang me-legal-kan kita untuk ngegampar pengguna lalu lintas yang ugal-ugalan. Cukup penting kan?
Hadoh, udah ah. Sudah mulai gak beres nih gue nulisnya.
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
8:41 AM
3
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Sunday, March 30, 2008
Lowongan di Malaysia
Kalau di KL, sudah banyak area - area parkir yang mayoritas dikuasai ras India. Tapi di suburbs, sama sekali belum ada yang ngelola peluang usaha ini. Paling enggak, di area Hentian Kajang belum ada.
Hehehe iseng banget ya mikirin bisnis parkiran di negara orang. Ini gara - gara dongkol bayar parkir di kawasan Bukit Bintang. Kita harus bayar 5 ringgit/mobil. Itu aja katanya sudah paling murah. Di pool parkir lain bisa kena lebih mahal. Di Indonesia, harga 5 ringgit tuh udah bisa buat valet parking.
Coba aja kita itung. Di pool itu, kurang lebih bisa nampung 35 mobil. Karena kawasan Bukit Bintang itu adalah pusat keramaian, maka kalau kita hitung kasar, dalam 1 hari mungkin ada 250 mobil yang numpang parkir di situ. Jadi dalam sehari mereka bisa terima uang 250 x 5 = 1250 ringgit. Cukup bikin cleguks bukan?
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
7:16 PM
6
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Wednesday, March 26, 2008
Bingung.
Jadi buat saya, rasanya seperti ada di dalam twilight zone atau ya terjemahan bebasnya, sini enggak - sana pun enggak.
Ada cerita menarik soal kartu Touch n Go ini. Entah menarik atau menyedihkan. Jadi ceritanya pernah ada mobil, yang kebetulan adalah milik orang Indonesia, yang kacanya dipecahkan oleh pencuri. Dan yang dicuri dari mobil itu ya cuma kartu tol itu saja.
Menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan karena si pemilik mobil hanya dirugikan kehilangan kartu tol dan harus mengganti kaca. Menyebalkan karena, mungkin, si pencuri hanya menilai kartu Touch n Go itu satu - satunya barang berharga yang ada di dalam mobil. Itu pasti jadi bentuk pelecahan lain bagi si pemilik mobil. Aih itu mah cuma analisa ngawur saya saja. Buat si pemilik mobil, kejadian itu pasti sangat menjengkelkan.
Bagi si pencuri mungkin agak ngerasa jengkel kalau ternyata kartu tol itu hanya berisi kurang dari 1 ringgit. Karena berarti dia harus isi dulu kartu itu supaya bisa dipakai. Aih gak mungkin lah! Mestinya ya dia curi lagi kartu lain. Halah kok dibahas? Sudahlah.
Ya intinya, dimana saja kita berada, kita harus selalu berhati - hati. Bahkan selama saya di Kuala Lumpur, saya selalu diingatkan untuk selalu bawa pasport dan juga mengingat nomer pasport. Sekedar berjaga - jaga kalau ketemu oknum dijalanan yang suka pura - pura memeriksa pasport dan kemudian membuang pasport kita. Kalau itu terjadi, kita dapat segera lapor ke kedutaan dan memberikan nomer pasport kita untuk segera diurus.
Kalau soal oknum, di negara manapun pasti ada. Paling tidak itu pengalaman saya. Untungnya selama saya nglencer di KL, saya enggak pernah ketemu dengan hal - hal yang menjengkelkan seperti itu.
Oh, khusus tentang kedutaan kita. Kebetulan saya sempat mampir ke KBRI. Dan kesan yang saya dapat, petugas - petugas kita yang ada di depan itu sangat tidak ramah. Bahkan dengan kita sesama warga RI. Atau mungkin justru karena kita orang Indonesia dari golongan biasa, maka mereka enggak ramah? Semoga tidak. Semoga virus hanya-hormat-dengan-pejabat-saja tidak menulari mereka. Semoga alasan mereka enggak ramah waktu itu hanya karena kebetulan mereka sedang capek dan kepanasan.
Secara umum saya senang selama di Kuala Lumpur. Cuma sedikit ngalamin kesulitan dengan perbedaan bahasa yang nanggung itu. Ah tapi itu untuk bahan ngeblog berikutnya aja lah. Hehehe lumayan kan, karena liburan seminggu, paling enggak saya jadi punya 5 bahan lagi buat ngeblog.
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
8:40 AM
7
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Tuesday, March 25, 2008
Macam - macam rambut di sirkuit.
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
3:56 PM
1 ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Hasil F1 Sepang.
Waaah senangnya sudah kembali ke meja dan komputer sendiri. Setelah tersiksa gara - gara gak familiar sama vista dan Vaio-nya Denik, sekarang bisa ngeblog langsung dari habitat asli gue.
Nah sekarang sudah bisa mulai ngapdet hasil liburan kemaren.
Jujurly, walaupun nonton F1 langsung di sirkuit, gue gak tau hasil lombanya kayak apa. Gue baru tau hasilnya setelah balik ke apartment sepupu gue itu dan buka web ini.
Yang gue dapet dari sirkuit ya foto - foto ini lah. Gue yakin kalau nonton di tv gak bakal dapet yang kayak gini.


ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
3:15 PM
0
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Monday, March 24, 2008
Sepang 10 vs Ragil 34
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
7:24 AM
8
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Saturday, March 22, 2008
Makan Gearbox.
Jumat, hari pertama ke sirkuit Sepang. Kita nonton sesi latihan. Sepi, panas dan ada biawak di area kita. Itu biawak paling cuek yang pernah saya lihat. Sayangnya dia kurang sadar kamera, jadi agak susah di foto. Kabur terus tiap kali dideketin.
Bumbung itu bahasa Melayu yang artinya atap. Biarpun beratap, tetep aja panas. Karena suhu di sekitar sirkuit itu memang sangat tinggi. Akhirnya kita pindah ke museum otomotif. Ngadem. 

ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
1:34 AM
4
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Tuesday, March 18, 2008
Kamar misteri.
Nah ini pas kita sedang di parkiran sebelum berangkat jalan - jalan. Paling kiri itu sepupu saya, Denik. Kemudian ada pak Tjukup dan neng Oya. Mereka ini housemate-nya Denik.
Eh tapi saya di sini enggak cuma nunggu penampakan dari kamar itu kok. Saya juga jalan - jalan. Sumpah!
Besok saya upload foto - foto hasil jalan - jalan saya semalam. Supaya bisa jadi bukti bahwa saya di sini gak cuma ngisengin pintu orang.
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
2:51 AM
10
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Monday, March 17, 2008
Ngeblog di KL
Alhamdulillah semua lancar dan sekarang saya sudah ada di KL. Sedikit cerita pada saat saya sampai ke counter check in, agak bingung mencari konter baggage drop. Ternyata konternya jadi satu dengan konter kelas bisnis. Wah asik juga, antriannya enggak panjang! Ternyata internet check in itu memang banyak menghemat waktu.
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
3:17 PM
2
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Friday, March 14, 2008
Titipan gak penting.
Ngomong - ngomong, saya pun sudah dapet nomer kursi, 29 D. Seandainya tadi masih bisa dapat yang 36 B. Aih gak penting!
Hehehe maaf kawan - kawan, becanda kok. Semua barang - barang itu penting kok. Bener deh. Suwer mbleber lah kalo titipan itu penting semua. Tolong jangan kutuk saya ya. Biarkan saya liburan dengan senang
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
9:15 PM
3
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe
Thursday, March 13, 2008
Liburan!
Yang jelas jalan - jalan kali ini betul - betul paket hemat. Misalnya nih, tiket pesawat dapet murah karena saya naik maskapai KLM yang kebetulan sedang ada promo. Tiket pulang pergi cuma sekitar 100 USD. Di Malaysia juga enggak mikir hotel karena ada sepupu yang sedang kuliah S3, jadi bisa numpang tidur di rumahnya
Tadinya saya berencana backpacking ke Malaysia, Thailand dan Vietnam. Tapi kayaknya rencana itu belum tentu jadi. Sekarang ini fokus ke Malaysia dulu karena bakal ada F1 race tanggal 21 - 23 Maret.
Kenapa pengen ke negara - negara itu? Karena saya alhamdulillah sudah pernah liat Indonesia mulai dari tanah Sumatera sampai daratan Papua. Dan masuk pedalaman Papua naik helikopter Super Puma. Bahkan pulau Halmahera pun pernah saya datangi. Walaupun hanya mampir, karena pesawat twin otter yang saya tumpangi terpaksa mendarat di sana karena cuaca buruk, seru deh waktu itu.
Makanya kali ini saya pengen liat negara - negara tetangga Indonesia. Siapa tau ketemu teman baru dan bahkan mungkin ketemu blogger Asean. Pasti seru kenalan dengan orang baru.
Yang pasti, saya nanti jadi punya banyak bahan buat blogging. Aih teteb simple tujuannya.
ocehannya:
Ragil Duta
pada pukul
9:14 PM
8
ocehan lain.
Kategori: plesiran sak karepe dewe




