Showing posts with label ngecuprus. Show all posts
Showing posts with label ngecuprus. Show all posts

Wednesday, May 14, 2008

Burung Siapa?

Mungkin sudah banyak yang posting soal ini, saya sebetulnya sudah lama pengen posting. Sayangnya baru ketemu sama Dahlia yang bisa bantu saya kemarin.

Bukan, bukan membantu saya membesarkan burung. Karena dia bukan peternak. Tapi membantu saya dalam hal meng-copy paste image. Gini nih kalau apa - apa gak pernah dikerjain sendiri, selalu minta tolong orang lain. Padahal gampang banget ya caranya 0000ythn.gif.

Saya tuh sudah lama penasaran sama iklan di samping ini. Maksudnya burung apa yang bisa dibesarkan? Atau malah burung siapa? Secara alami pulak.

Bukankah burung itu memang besar secara alami? Gak perduli burung apapun. Atau, burung siapapun. Maksud saya, burung kan gak seperti ban mobil yang harus ditiup angin dari kompresor supaya bisa menggelembung atau membesar volumenya. Atau ada juga burung yang harus ditiup supaya bisa membesar? Ah itu pasti burung sial yang ketemu pekerja baru.

Diisep lah, bukan ditiup! kata si pemilik burung memberi tahu pegawai barunya tentang cara kerja mesin pembersih kotoran kandang.

Tuesday, May 13, 2008

Sutradara Gila.

Ini dia nih yang saya tunggu dari tadi pagi. Saya heran sama sutradara yang satu ini. Gayanya sejuta! Kalau karyanya udah sejuta mah ok lah. Lha wong portofolionya aja cuma gituan kok gayanya tengil. Anjrit banget!

Saya gak mau sok alim dan sok baik. Walaupun saya ini imut dan baik hati, tapi kalau ketemu orang macam dia rasanya saya pengen makan orang. Toh seumur hidup belum pernah nyoba menu sutradara saus tiram. Ini aja saya sudah jengkel gara - gara dia harusnya masuk editing jam 9 pagi. Lha kok ya baru nongol jam segini? Jam mahal mu itu buat apa? Pasti palsu tuh!

Sebetulnya kalau dia punya gaya macam sutradara hebat mah saya cuek, tapi yang bikin gak tahan itu kelakuan dia yang suka beda - bedain derajad orang. Udah banyak cameraman di kantor yang protes soal kelakuannya, apalagi kelakuan dia kalau lagi didepan client. Doh! Langsung overacting mau nunjukin bahwa dia yang berkuasa atas tim produksi. Sinting. Biasa aja kaleee!

Suatu kali dia datang ke kantor saya naik taxi burung perak. Hebat! Sayangnya kok terus dia minta kita bayarin taxinya? Halah, ndak jadi hebat lah. Kalau mau ngerasain naik mobil Jerman yang mahal itu mbok ya jangan gitu, malu - maluin aja.

Hari ini dia datang ke kantor saya dan langsung kena musibah, kecebur got di depan kantor! Sayang saya tadi telat lari ke depan, jadi gak bisa foto - foto. Makanya bung, kalau jalan jangan terlalu mendongak!

Sekarang saya baru terima laporan pengeluaran dia selama shooting di luar kota beberapa hari yang lalu. Ada struk belanja di giant, dia belanja shampoo, deodorant, pasta gigi, obat kumur, cotton bud, keju dan roti. Gila! Situ mau shooting apa belanja bulanan?

Moral of the story, bawa duit yang banyak kalau mau nyombong!

Monday, May 12, 2008

Join Komunitas Baru.

Setelah ngubek - ngubek di tempat lama, akhirnya saya coba join ke komunitas baru. Beda banget kondisinya. Ya iyalah, lain ladang kan lain belalangnya.

Di komunitas baru ini, komunikasinya via milis. Seru dan rame banget. Sayangnya mereka ada di Semarang. Jadi ya harus sabar kalau saya mau kopdaran dan nyambangi teman - teman baru itu.

Sambil nunggu kesempatan bisa mampir ke Semarang, saya iseng ikutan ngeramein milisnya dululah. Dan, jreeeeng! Saya banyak nyalahin aturan 0000ythn.gif.

Sementara ini pelan - pelan belajar tata cara di tempat baru sambil pakai helm untuk jaga - jaga kalau dipenthung sama kamtib komunitas baru itu gara - gara saya nekat nggedabrus sebelum paham aturan mereka 0000ythn.gif.

Maaf ya temans, kadang - kadang semangat meramaikan komunitas suka ngalahin unggah - ungguh. Tapi saya selalu siap dipenthung kok smiles-boxing.gif 0000ythn.gif.

Sunday, May 11, 2008

Bengis.

Selama pulang ke Semarang beberapa minggu yang lalu itu, saya dapat istilah baru yaitu bengis. Menurut saya, istilah ini cocok banget buat kota Semarang.

Seperti kota lain di Indonesia, Semarang juga punya banyak tempat makan yang enak. Ada nasi goreng bakar di Tlogosari, ada gado - gado dan rujak degan di Pekunden dan ada juga nasi uduk di dekat Undip, kalau saya enggak salah. Belum lagi loenpia, mendoan dan tahu petisnya. Dooh, pokoke slurups banget lah.

Makanya istilah bengis itu cocok banget. Jadi kalau kita baru pulang setelah wisata kuliner, kita bisa bilang "Aduh kekenyangan nih, jadi bengis" Jauh lebih sopan dibanding kita bilang, kebelet ngising! Iya tho?

Note:
Saya kok dapet perasaan gak enak. Kayaknya bakal dapet komen yang bunyinya kira-kira: abis baca postingan lo, gue jadi bengis nih.

Hohoho bumilica belluci, buntel, dinisaurus dan ratu binaraga coba cari komen yang lebih kreatif!

Friday, May 9, 2008

Pulang.

Tiap sudut menyapaku bersahabat
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu...
Buat saya yang dulu sering pindah - pindah kota, rasanya semua kota itu jadi seperti kampung halaman saya. Terutama empat kota di pulau Jawa. Bandung tempat saya lahir, Surabaya tempat saya dibesarkan, Semarang tempat saya semakin membesar dan Jakarta tempat saya menjadi gendut besar.

Keempat kota itu sudah menjadi rumah buat saya. Bukan cuma karena kota - kota itu punya sejarah khusus buat saya, tapi juga karena di situ masih banyak mantan pacar saya keluarga saya. Makanya kalau mau pergi ke sana, saya selalu bilang mau pulang ke Semarang atau mau pulang ke Surabaya. Begitu juga kalau saya akan balik ke Jakarta dari salah satu kota itu, saya pasti bilang mau pulang ke Jakarta.

Dulu saya suka ngeluh karena telalu sering berpindah kota. Sekarang justru saya bersyukur karena pernah tinggal di banyak kota. Karena kemana pun saya pergi, selalu ada teman atau saudara yang bisa saya hubungi. Ya itung - itung jadi kayak punya banyak rumah lah. Walau cuma rumah imajiner.

Pasti bakal lebih enak lagi kalau rumah - rumah imajiner itu bisa dilengkapi dengan istri imajiner juga. Kan, kata pak ustad, menikah itu adalah setengah perjalanan ibadah dalam hidup kita. Berarti bagus dong kalau kita bisa melengkapi ibadah kita? Walau cuma ibadah yang imajinatif, lha kan tadi saya bilang istri imajiner, iya gak sih?

Aih, kok malah nggedabrus. Sudah lah, saya mau sholat sungguhan dulu. Setelah itu zikir dan berdoa supaya istri sungguhan saya terkena serangan penyakit lupa-link-blog-suami. Biar gak baca postingan ini 0000ythn.gif

Thursday, May 8, 2008

Karyanya atau individunya?

Semua pasti punya favorit. Entah buku favorit, lagu favorit atau kaporit - kaporit lainnya. Halah. Sayangnya, banyak juga orang yang kemudian jadi gak suka sama karya -karya itu cuma karena dengar cerita negatif tentang orang yang menciptakan atau membawakan karya - karya itu. Atau sebaliknya. Jadi tergila - gila sama sebuah karya karena mendengar derita orang yang menciptakan.

Saya kebetulan termasuk orang yang suka melihat karya dibanding individu di balik karya itu. Jadi, sebagai contoh saja, kalau saya suka baca Laskar Pelangi, maka saya gak perduli kalau Andrea Hirata ternyata adalah alien dari galaxy lain. Ya kalau alien mah pasti dari planet atau galaxy lain dong ah. Kalau dari DESA lain, itu namanya klompencapir. Aih, kok jadi ngomongin klompencapir? Jadi ketauan deh saya ini dari generasi apa.

Back to topic, pokoknya selama karya itu orisinal dan memang enak untuk dinikmati, ya saya bakal tetap suka walaupun si penciptanya itu berbuat yang aneh - aneh. Jadi misalnya Monica Belluci atau Gong Li itu ternyata adalah tante drakula, saya pun ndak perduli. Lha wong body mereka itu cleguks banget. Haiiisssh..udah ah, pagi - pagi di kantor kok ngayal jorok.

Monday, May 5, 2008

Butek Terkendali.

Bener - bener butek. Banyak bener utang kewajiban. Tapi bukan itu yang bikin butek. Justru printilan - printilan gak penting yang bikin gue butek. Printilan macam sms - sms gak penting, alamat blog yang hilang dan rengekan sutradara yang minta tambahan fee saat produksi belum selesai, printilan macam itu yang bikin butek.

Akhirnya ya nyampah di blog orang. Blogwalking sambil bikin pengumuman kalau gue pindah alamat webblog. Macam mereka peduli gitu kalau kehilangan blog gue? Hehehe biar aja lah, berbagi printilan gak penting macam itu kan gak dosa. Walaupun bukan amal juga sih.

Duh, bener - bener butek akut. Tapi masih terkendali.





Friday, May 2, 2008

Cerita dari RS.

Masih suka ngeluh kalau kita ini punya masalah yang paling berat? Ini nih enaknya nongkrong di RS. Masalah yang kita punya tuh kayaknya jadi sangat kecil setelah dengar cerita - cerita di RS.

Salah satu cerita adalah soal cunak, cucu yang jadi anak. Jadi ceritanya ada anak kecil yang pas dia berumur 5 bulan di kandungan sempat dikeluarkan dari kandungan ibunya karena sang ibu menderita suatu penyakit dan harus menjalani operasi. Setelah operasinya selesai, janin itu dikembalikan ke kandungan ibunya lagi. Bayi yang hebat. Hebat karena punya sejarah seperti itu. Sayangnya pada saat dia lahir, ibunya meninggal saat dalam proses melahirkan.

Sekarang dia dirawat oleh eyangnya karena si ayah stress berat. Makanya si cucu itu lebih sering disebut sebagai anak oleh kedua eyangnya. Wajar dan sah - sah saja.

Untung mereka cerita secara live, jadi saya menanggapi dengan serius dan rasa simpati yang sangat besar. Seandainya mereka punya blog dan cerita di blognya, mungkin saya bakal tetep komen dengan ngawur dan pecicilan. Toh kalau mereka gak suka sama komen saya ya tinggal delete aja. Lha kalau mau dapet komen serius mending publish di majalah atau konsultasi sama psikolog. Iya tho?

Menurut saya, blog itu area publik. Jadi ya terserah yang mampir mau ninggalin komen dalam bentuk apa. Kalau gak suka ya di delete atau bales nyampah di blog orang itu aja. Kita sebagai pemilik blog pun bebas mau posting apa saja selama masih dalam batas sopan.


Eh tapi ini pendapat saya lho. Kalau ndak setuju ya jangan tersinggung. Saya sih lebih suka ngeblog semau saya. Lha kalau mau nulis yang serius mending saya bikin script dan saya kirim ke mas sutradara. Aih, jadi inget utang tulisan nih. Sudah ah, back to work.

Wednesday, April 30, 2008

I'm Back.

Sudah kembali ke Jakarta. Lega dan puas. Lega karena abang saya sudah mulai sembuh. Puas karena sudah berhasil balas dendam.

Dulu saya sering kalah kalau berantem sama dia. Beda umur hanya dua tahun tapi beda fisik sangat jauh. Tinggi dia itu 186 cm sedangkan saya cuma 175 cm. Nah kemarin saat abang saya ini kena TIA atau gampangnya stroke ringan, padahal umurnya baru 36 tahun, saya gunakan kesempatan itu buat balas dendam.

Kemarin itu tangan dan kaki kanannya enggak bisa berfungsi dengan baik. Misalnya, kalau dia coba menyuap makanan pasti bakal nyasar ke hidung atau malah jidat. Makanya kemarin saya bilang dia mirip pelawak Srimulat yang sedang beraksi. Pokoknya disegala kesempatan pasti saya pakai buat nyacat deh.

Sialnya, ini sial buat saya, tangannya lebih dulu sembuh. Jadi saya harus ngurangin frekwensi nyacat. Terutama kalau sedang berada dalam jarak tembak. Kan males juga kalau kena gaplok.

Sekedar sharing aja, ternyata semua orang itu berpotensi kena stroke. Parahnya, stroke itu enggak bisa diduga. Jadi mending rajin - rajin cek kesehatan deh. Periksa darah ke laboratorium, coba liat kolestrol dan gulanya. Dan yang paling penting, jangan merokok. Aih, nggedabrus.

Monday, April 21, 2008

Kartiniku, Kartinimu, Kartini kita.

Selamat merayakan hari Kartini, bagi yang merayakan. Tanpa memandang gender.

Kebetulan lagi terima telpon dari temen yang intinya curhatan. Dia ini kerja di Bali sementara suaminya kerja di Jakarta. Hari ini kebetulan dia di Jakarta selama beberapa hari.

Intinya dia cerita tentang sukanya bisa memasak untuk suami selama di Jakarta. Lha kok ceritanya ke saya? Mau masakin buat suami orang juga? Aih.

Buat saya, orang - orang seperti teman saya ini bisa dibilang Kartini masa kini. Dia pilih tinggal di kota yang berbeda demi karirnya tanpa lupa bahwa dia juga punya status sebagai istri. Semoga suaminya gak lupa kalau punya istri.

Soal hari Kartini, kenapa kita sekarang memperingatinya dengan cara memakai baju daerah? Terutama untuk anak - anak SD. Hubungannya apa antara emansipasi wanita dengan parade baju daerah? Terus kenapa juga hari ini, semoga enggak hanya hari ini saja, penumpang kereta wajib mengutamakan penumpang wanita. Jadi kalau anda cowo, hari ini harus memberikan tempat duduk anda kepada penumpang cewe dan mempersilahkan mereka untuk masuk kereta duluan. Begitu yang saya dengar di radio tadi pagi.

Pertanyaannya, apa masih perlu kita peringati hari emansipasi ini kalau kenyataannya di luar sana masih ada perlakuan diskrimatif? Misalnya, kenapa harus ada parking spot khusus untuk ladies driver di beberapa mall? Kenapa enggak kasih spot khusus itu untuk penyandang cacat tanpa memandang gender? Apakah perempuan itu dianggap lemah sehingga perlu diberi perlakuan khusus bahkan hanya untuk sekedar mendapat tempat parkir?

Aduh, gini nih kalau di Senin pagi yang hectic dapet curhatan dari binor. Please deh, jangan mentang - mentang id YM gw itu spot-parkir-yang-bagus trus lo bisa markir yang gak penting di Senin pagi. Parkiran itu kadang juga suka penuh lho.

Friday, April 18, 2008

Minakjinggo.

Miring enak, jengking monggo. Seperti itu celotehan mba - mba pemasok anggaran belanja daerah pada saat saya bersama tim produksi melakukan shooting di daerah Rawa Malang untuk sebuah produsen bir ternama. Mereka ini sering terpinggirkan hanya karena cap PSK yang mereka sandang.

Di lain sisi, mereka ini adalah andalan untuk menarik pemasukan bagi kas daerah. Jadi sebetulnya mereka ini PSK atau PSA, Pekerja Seks Andalan?

Jual beli seks memang sudah lama ada. Konon katanya, pelacur itu adalah profesi tertua di dunia. Mungkin yang betul adalah, pelacur dan hidung belang adalah profesi tertua di dunia. Lha kan gak mungkin melacur kalau gak ada lawannya? Lagian kenapa ada istilah pelacur, sedangkan yang menggunakan lacur ini hanya sering disebut dengan kata kiasan hidung belang? Kenapa gak ada istilah khusus untuk mereka? Atau sudah ada tapi saya yang enggak tau namanya? Bisa jadi, karena saya memang gak terlalu kenal dengan dunia itu.

Tentang kasus penggembokan celana tukang pijat itu juga, lagi - lagi, mba - mba pemijatnya yang jadi korban. Kenapa harus digembok? Bikin aja ruang terbuka. Toh cowo kalau dipijat masih bisa pakai celana pendek. Jadi gak akan malu kalau harus pijat di ruangan semacam bangsal gitu. Paling si pengelola panti agak repot kalau kebetulan kedatangan pelanggan yang exhibitionist.

Ya tapi daripada pasang gembok? Toh alarm mobil yang canggih aja bisa dibongkar maling kok. Apalagi cuma gembok kecil imut - imut itu. Dibanding dengan besarnya *disensor* milik si mba pemijat yang dapat memancing gairah itu, apalah arti sebuah gembok kecil. Kalau dua - duanya emang pengen, ya bisalah dicari jalan keluarnya. Tul gak?

Lagipula kalau mau cari jasa penjaja seks juga gak perlu ke panti pijat. Di semua lapisan ekonomi masyarakat, jasa seks itu ada dan gampang dicari. Mau yang kelas jutaan rupiah atau mau yang kelas satus seket alas suket - telungatus alas kerdus, semua ada.

Kalau mau dihilangkan, bukan gembok yang kita perlu tapi pendidikan moral dan (juga) campur tangan pembuat kebijakan.

"Gil, tukang pijetnya dah mau pulang tuh" Aih ternyata saya tertidur pas sedang dipijat di rumah. Pantes ngomongnya bener. Lha kalau di rumahkan harus jaim. Bayar tukang pijetnya dulu ah.

Thursday, April 17, 2008

Komunitas Ini Itu

Dewasa ini, haiiish...macam betuuuul aja pake kata - kata dewasa ini. Ya sekarang ini nih, banyak bener komunitas. Mulai dari komunitas otomotif sampai blogger. Di bidang otomotif, hampir semua merek punya komunitas. Malah kalau gak salah, APV itu udah ada milisnya sebelum mobilnya ada di jalanan.

Semuanya jelas karena teknologi internet. Orang gak perlu kumpul untuk bikin komunitas. Asal punya minat yang sama dan bisa mengakses internet, jadilah komunitas itu. Walaupun akhirnya tetep aja perlu cara konvensional buat memperkuat komunitas.

Caranya ya dengan kopdar atau kopi darat. Istilah kopdar juga sudah ada sejak jaman ngebreak yang pakai radio dua meteran itu lho. Saya sih gak ngalami masa itu. Cuma tau dari kakak - kakak saya. Istilah kopdar juga sudah ada yang mulai memodernkan dengan kata ketemuan. Ya apapun itu, pokoknya tetep perlu cara konvensional deh.

Kopdaran itu penting karena bisa jadi tempat untuk saling kenal lebih dekat. Apalagi buat komunitas blogger yang susah banget dinilai sifatnya kalau cuma baca blognya. Kurang lebih sama dengan komunitas otomotif. Ada orang yang mobilnya keren banget. Full modified lah. Ternyata yang ngemodifikasi mobil itu bukan dia. Makanya kalau di milis dia jarang ikut nimbrung ngebahas soal mesin, misalnya. Lha gimana? Wong yang ngurusi mobilnya itu bapaknya kok. Dia cuma make aja. Ya gak salah juga kan? Lha komunitas mobil itu cuma bikin syarat harus-punya-mobil-merek-Z. Kecuali kalau syaratnya adalah harus jago ngoprek mobil, nha anak itu emang salah besar.

Tapi yang jelas, memperkuat komunitas itu gak gampang. Banyak yang harus dibuat. Gak cuma sekedar kopdar sana - kopdar sini. Nggedabrus ini itu di milis atau forum. Pokoknya banyak deh yang harus dikerjain. Salah satunya ya harus saling kenal supaya gak ada salah paham.

Lha kan repot kalau kita misalnya becanda di milis dengan menyebut, dasar otak bocor lo! Padahal aslinya orang yang disebut otak bocor itu emang otaknya bocor beneran gara-gara pernah disamber kecoa. Lha pas nyupir ada kecoa yang nyamber muka, terus panik dan nabrak tiang listrik. Bocorlah otaknya. Dan tersinggunglah dia di milis, marah - marah pula dia. Sialnya, sama moderator milis bukannya diselesaikan dengan baik, malah si otak bocor ini dikick out dari milis. Kasian kan? Udahlah bocor beneran, dilarang pula maen di milis.

Mungkin sifat kuno juga yang perlu dimiliki sama kaum komunitas cyber, yaitu tidak boleh berprasangka buruk dan semena - mena.

Terutama di blog ini. Please leave your prejudice out of my site. Kecuali buat Dahlia, Diaz dan Dini. Let's make war, not love. Hehehe kalo sama mereka, gue boleh begitu. Lha wong udah mati gaya kalo kopdaran! (link mereka coba cari di blogroll aja, repot bener gue ngelink lage)

Tuesday, April 8, 2008

Terakhir dari KT (Kopi Tubruk).

Iya, ini mungkin postingan terakhir. Tapi karena saya ini impulsif-tak-tau-dirif, jadi saya gak tau ini bakal jadi postingan yang benar - benar terakhir atau sekedar terakhir di minggu ini.

Mulai besok saya bakal ribet di rumah dan di pekerjaan. Ribet di rumah karena besok istri harus berangkat ke Beijing dan pembantu pulang kampung sejak hari Jumat kemarin. Jadi saya bakal bersenang - senang di rumah berdua saja bareng anakku. Lha siapa lagi yang bisa diajak senang - senang? *wink

Kebetulan kerjaan juga lagi mbludak karena dapat kerjaan sampingan. Kerjaan yang saya dapat gara - gara ada sutradara yang mampir ke blog ini dan kemudian nawarin kerjaan nulis bahan untuk tv program setelah tertipu baca - baca blog saya ini.

Karena sampingan, saya jadi harus bagi - bagi waktu dan otak dengan tugas kantor. Makanya, untuk sementara terapi blogging bakal saya stop dulu. Toh kerjaan yang ditawarkan mas sutradara itu juga berhubungan dengan tulis menulis. Jadi saya tetep bisa lanjut terapi walau dengan cara yang berbeda.

Jujurly, kalau saya gak paksa nyetop ngeblog, itu tawaran kerjaan dari mas sutradara bakal gak sempet saya kerjain 0000ythn.gif. Lha wong jelas - jelas enak ngeblog je. Walaupun dunia blog lagi gonjang - ganjing karena kasus antar penggede - penggede itu. Buat saya mah gak terlalu ada efeknya, lha wong cah Jogja yang satu itu kalo ngomong emang sukanya begitu kok. Mau diapain lagi?

Saya cuma kasian sama orang - orang yang tersambar bledheg silit itu, mereka jadi harus sering - sering nutup hidung. Sudah lah, blogger pemula seperti saya mah cuma bisa mendoakan supaya gonjang ganjing itu cepat selesai. Amin.


Monday, April 7, 2008

Ke Sentul dengan Camera Pink!

Hari Minggu ke Sentul bareng keluarga. Terakhir ke Sentul tahun 99. Bedanya kalau dulu ke sana sebagai peserta, sekarang sebagai penonton aja.

Ternyata sebagai penonton, banyak juga ngeliat penonton-penonton bandel di area paddock. Duh, kapan sih kita bisa profesional?

Sayangnya gue gak bisa upload foto - fotonya. Tiba-tiba memory card hape ngadat. Cuma beberapa foto yang bisa selamat. Sebetulnya waktu itu ada digicam baru. Bojoku baru beli. Cuma ya itu, warnanya pink! Jadi ya tetep setia dengan camera hape SE K750i.

Gak tega gue pakai digicam itu. Kebayang gak sih, gue yang badannya gendut besar ini jeprat - jepret mobil balap pakai camera pocket warna pink? Gak tega deh 0000ythn.gif

Thursday, April 3, 2008

Poli ini poli itu.

Kalau soal menikah itu adalah setengah ibadah dari hidup kita, itu gue udah tau. Nah kalau soal polygamy itu apakah tujuannya mau melengkapi perjalanan ibadah dalam hidup? Kalau yang beristri dua, boleh dibilang ibadahnya penuh. Karena setengah + setengah = satu.

Lha kalau yang istrinya lebih dari dua? Apa bisa jadi down payment buat kehidupan di alam selanjutnya?

Hehehe tenang bojoku, ini cuma pertanyaan iseng di blog. Kan udah banyak yang tau kalau gue ini bukan pendukung paham polygamy. Kalau polypantai mah iya. Karena banyak bikini di situ 0000ythn.gif

Wednesday, April 2, 2008

I'm old but I'm happy.

Just like my dear friend Dedo said. I'm getting old. It's true. But to tell you the truth, I'm happy and lucky to be old. Why? Hmmm coz some chicks do old man, don't they? Hahaha kidding.

The reason of me being happy is just because I increasingly gain some trust from particular people. How do I get that kind of trust? I must earn it. As simple as that, though isn't easy.

Sometime people trusted you for an amazingly great matters. Occasionally, we only get silly things. For example; a friend of mine gave me her login id and a password to her blog. So if anything should happen to her, I can run her blog as a caretaker.

As another silly example, my gorgeous friend gave me her secret blog address. Which gave me a full of an amazing and fascinating insights of her intimate stories. Owh I don't really care whether is a true story or not. I just love it.

It may sounds stupid but I do have a blissful moment from these kind of things 0000ythn.gif


Phew..capek juga nulis pake bahasa Inggris, secara gue udah lama gak nulis yang beginian. Pokoke sudah berani memulai lagi. Ada yang mau ngoreksi? Monggoooo...

Ultah Pernikahan.

Saya sudah pernah cerita kalau di sekeliling saya banyak sekali orang dengan nama berhuruf awal D.

Ternyata, hari ini salah satu dari mereka merayakan ulang tahun pernikahan ke 8. Hebat lah, termasuk hebat bisa sampai 8 tahun. Karena kata orang, usia kritis sebuah pernikahan itu ada di tahun ke 5.

Kalau gak hati - hati di awal masa pernikahan, bisa ancur lebur rumah-tangganya. Apalagi untuk pasangan muda dan juga keras kepala atau pasangan yang sama - sama masih meniti karir dan sekaligus sudah merasa bisa hidup mandiri atau malah untuk pasangan suami istri yang karirnya justru sedang naik di awal masa pernikahan dan punya komunitas pergaulan baru. Wah kalau gak hati - hati di sini, bisa - bisa kebablasan dan rumah-tangganya malah berantakan.

Makanya saya senang kalau ada pasangan yang bisa melewati masa - masa kritis dan bertahan dengan segala cara. Toh menikah itu adalah setengah perjalanan ibadah dalam hidup kita.

Happy anniversary ya Dian! Lho kok Dian?? Lhah berarti wedding anniversary gue juga dong?!
Dasar gebleg lo Gil. (gue yakin bakal ada yang ngomong gitu 0000ythn.gif)


Wednesday, March 26, 2008

Friendster.

Sebetulnya udah lama banget gak pernah updating FS. Sejak ngeblog di sini dan di sana, FS, MP dan FB jadi jarang dibuka.

Barusan upload foto di FS, eh malah nemu banyak teman lama. Gara - gara ada message dari teman SMP, jadi keterusan browsing FS dan nemu account teman - teman SMP yang lain. Senangnya!

Mungkin gue harus bersyukur sama orangtua, guru dan teman-teman gue. Bersyukur karena udah dipaksa sekolah sama orangtua. Bersyukur karena sudah diajarin baca tulis sama guru di sekolah. Dan bersyukur karena punya teman - teman yang mau ngajarin soal internet.

Kalau semua itu dirangkum jadi satu, hasilnya adalah, gue bisa ketemu teman baru sekaligus masih bisa ketemu lagi sama teman - teman lama via internet. Sederhana banget ya alasan bersyukurnya? Tapi ya seperti kata Ica, hidup itu simple..kita aja yang bikin ribet. Setuju? Harus.

Tuesday, March 11, 2008

Nikah yuk nikah!

Duh, gak tau kenapa tiba - tiba banyak curhatan soal nikah. Mungkin efek dari postingan sebelumnya.

Kemarin ada temen yang curhat borongan. Inti curhatnya adalah, cowoknya ngajak nikah tahun ini. Temen saya sih mau aja tapi ada syarat macam - macam dari pihak keluarganya. Jadi paling enggak, baru bisa nikah tahun depan.

Masalahnya adalah, karena banyak sebab, cowok temen saya ini maunya nikah di tahun 2008. Tetep gak mau walaupun diundur ke bulan Januari, karena itu berarti sudah tahun 2009. Pokoknya harus nikah di tahun 2008. Begitu, pokoknya.

Nah masalah kedua adalah, temen saya ini curhat pas sifat impulsif-tololif-taktaudirif saya kumat. Jadi saya bilang aja, suruh cowok mu itu nikah dulu di tahun 2008. Nanti kalau semua syarat yang diajuin sama keluarga mu itu sudah terpenuhi di tahun 2009, baru minta dia nikahin kamu. Win-win solution bukan?

Thursday, March 6, 2008

Telemarketing gemblung.

Barusan ada telpon dari seorang yang mengaku dari sebuah wedding magazine. Entah lah, saya enggak tau dia itu dari bagian telemarketing, surveyor atau apa pun lah. Lha human wong pertanyaannya aja bikin saya bingung. Cuma karena kebetulan saya yang jawab telpon dan saya pun lagi santai ngerokok dan nyruput kopi, maka saya ladeni si mba itu.

Pertama dia bilang sedang mencari foto - foto untuk mengisi sebuah artikel di majalahnya tapi foto yang dia cari itu harus foto pernikahan yang berlangsung antara bulan Oktober 2007 sampai bulan Februari 2008 ini. Alasannya biar lebih up to date, begitu katanya. Hmmm sekedar membandingkan aja, waktu saya nikah 8 tahun yang lalu dengan pernikahan teman sekantor saya yang baru beberapa bulan lalu itu, kayaknya sama aja deh. Isinya ya cuma pelaminan dan penganten. Apa sih yang bisa diupdate?

Kemudian dia minta nama teman saya itu dengan alasan akan menghubungi untuk ditawari hal yang sama. Dia minta nama penganten. Saya bilang Taufan dan Sisi. Dia minta nama lengkap Taufan. Saya kasih. Dia minta nama lengkap istrinya Taufan. Mana saya ingat? Dia bilang kok gak inget nama istri teman sendiri. Yeeee mulut situ minta disumpel pulpen? Pulpennya posisi vertikal lho. Mau?

Tapi ya sudahlah, akhirnya saya jawab, wong saya ya lagi iseng.

Mungkin nama panjangnya si Sisi itu, Sisi Kanan Lebih Panjang Dari Sisi Kiri. Gimana mba? Cukup panjang gak namanya? Mba? Lho mba? Kok telponnya ditutup?