Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Tuesday, April 1, 2008

Dexter season 2.

Waks! Ada tokoh Lila di serial Dexter! Lila ini sempat jadi pacar Dexter dan ngebuat cerita makin seru. Tokoh Lila diperankan sama Jaime Murray, artis London kelahiran 21 Juli 1977. Oikss makin betah lah gue nonton serial ini. Selain cerita yang makin seru karena Dexter nyaris ketangkep sama Doakes, juga karena banyak love scene antara Dexter dan Lila ini ;)

Duh, gue tuh emang suka sama muka - muka kayak gini. Apalagi logatnya yang British sexy gitu.

Tadinya sempat sebel karena harus nonton serial ini malem - malem. Lha kalau nonton pas anakku masih berkeliaran kan bahaya, lha wong serial ini banyak scene yang masuk kategori violence.

Tapi begitu karakter Lila ini nongol, wohohoho..makin betah nonton malem - malem 0000ythn.gif

*isht. How old am I, really?

Sunday, February 10, 2008

Dexter.

Lagi doyan nonton serial Dexter. Film ini campuran antara CSI dan Dark Justice. Tapi jauh lebih extreme. Si Dexter ini punya kelainan jiwa, mungkin, sejak dia masih dalam kandungan. Ok, soal bakat sejak dari kandungan ini cuma pendapat gue aja karena gue juga baru sempat nonton empat episode. Tapi dari empat episode ini, sudah bikin gue ketagihan. Persis kayak nonton 24 dulu, hanya beda jenis nagihnya aja. Jelas beda, karena Dexter nawarin ketegangan yang juga berbeda. Unik.

Inti ceritanya: si Dexter ini anak yang punya kelainan jiwa dan diadopsi oleh seorang polisi. Nah orangtua angkatnya ini lah yang mengajarkan Dexter cara menyalurkan kelainan jiwaannya dengan benar dan bisa menjadi sesuatu yang "berguna". Tentunya berguna menurut persepsi mereka. Dan berhasil. Dexter bisa menyalurkan kelainannya dengan sangat rapi dan di jalur yang "benar" pada saat dia tidak sedang menjadi seorang petugas forensik. Kesimpulannya, si Dexter ini adalah seorang psikopat yang disiplin (yang bekerja sebagai petugas forensik pula!) dan bertemu dengan lawan yang seimbang dalam dunia ke-psikopatan-nya. Ini yang bikin seru! Tonton aja filmnya.

Setting film ini di kota Miami. Kota yang cantik dan Dexter pun punya adik tiri seorang polisi wanita yang, enak untuk di tonton :)

Monday, November 26, 2007

JakJazz

Hari Jumat nonton JakJazz. Tepatnya nganter Dian, yang lagi ultah, yang pengen nonton Maliq. Gue mah dah ga konsen nonton, wong hari Jumat itu gue pulang dari kantor jam 3 pagi trus siangnya meeting di Kedutaan Ceko. Untungnya perjalanan dari Cempaka Putih - Plaza Bapindo - Istora lancar dan parkir di Istora pun gampang. Kalau soal parkir mah emang tergantung amal masing - masing lah. Btw, persamaan antara tempat parkir dan cowo itu adalah the best one always taken ;P.


Sedikit review soal JakJazz. Musisi - musisi pengisi acaranya, great as usual. Cewe cantik, berserakan (baca: betebaran gak karu - karuan deh). Tata lampu di Big Stage, useless. Tata suara, masih suka ada suara iiing - iiiing. Harga tiket, so so. Tempat sampah, sangat amat sedikit banget sekali. Calo, nyaingin cewe cantik. Biaya parkir, ya gitu deh harus bayar tiket dan non tiket. Informasi jadwal acara, mending buka web-nya daripada (masa harus) beli Rp. 5000 di lokasi.

Di acara JakJazz ini gue betul - betul berasa kurang maen deh. Masa dari 5 orang yang ketemu disitu semuanya temen Dian? Ada 1 sih yang temen gue, tapi itu juga kenal sama Dian. Hiks *halah, kok pake hiks?*